UMKM Saturday, 15 August 2026

Festival Kuliner UMKM Keranggan sukses tarik ribuan pengunjung selama dua hari

Festival kuliner yang diikuti 45 pelaku UMKM lokal menghasilkan transaksi lebih dari Rp 180 juta dan mendapat sambutan antusias dari warga sekitar.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Festival Kuliner UMKM Keranggan: Pesta Rasa Nusantara

Kelurahan Keranggan sukses menggelar Festival Kuliner UMKM pada tanggal 15-16 Agustus 2026 di Lapangan Serbaguna Keranggan. Acara yang mengusung tema “Pesta Rasa Nusantara” ini diikuti oleh 45 pelaku UMKM binaan kelurahan dan berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Tangerang Selatan.

Konsep Acara

Festival ini tidak sekadar pameran makanan, tetapi menghadirkan pengalaman kuliner yang holistik. Area festival dibagi menjadi empat zona:

  1. Zona Street Food: 20 stand yang menjajakan jajanan kaki lima seperti martabak, siomay, batagor, dan sate padang
  2. Zona Home Industry: 15 stand produk olahan rumahan seperti keripik, selai, abon, dan kue kering
  3. Zona minuman: 10 stand minuman tradisional dan kekinian seperti es cendol, es kelapa muda, kopi tubruk, dan bubble tea lokal
  4. Zona Workshop: Area untuk demo masak dan sharing session dengan pelaku UMKM sukses

Pembukaan Resmi

Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tangerang Selatan, Ibu Hj. Ratna Dewi, S.Pd., yang hadir didampingi oleh Lurah Keranggan dan para anggota LPMK. Dalam sambutannya, beliau menyebut festival ini sebagai upaya nyata membangun ekonomi kerakyatan.

UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Festival seperti ini harus terus digalakkan untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil agar produknya dikenal luas. — Wakil Bupati Tangerang Selatan

Highlight Produk Terlaris

Dari 45 peserta, beberapa produk mencatat penjualan tertinggi:

1. Nasi Liwet Bu Sumiati (RW 03)

Nasi liwet khas dengan lauk ayam bakar dan sambal terasi menjadi favorit pengunjung. Dalam dua hari, Bu Sumiati berhasil menjual 400 porsi dengan omzet Rp 24 juta. Rahasia kelezatan nasi liwetnya terletak pada penggunaan daun salam dan serai dari kebun sendiri.

2. Keripik Pisang Masak Pak Heri (RW 01)

Keripik pisang dengan 12 varian rasa ini ludes terjual sebanyak 500 kemasan. Pak Heri mengaku tidak menyangka produknya sebegitu diminati. “Saya cuma produksi 300 kemasan, ternyata kurang. Besok saya harus lembur produksi,” katanya dengan wajah sumringah.

3. Es Cendol Nusantara Mbak Rina (RW 05)

Es cendol dengan 7 pilihan rasa ini menjadi pelepas dahaga favorit pengunjung. Dengan harga Rp 10.000 per gelas, Mbak Rina mampu menjual 600 gelas selama festival berlangsung.

Dampak Ekonomi

Berdasarkan catatan panitia pelaksana, total transaksi selama dua hari festival mencapai Rp 187.500.000. Angka ini melampaui target semula yang dipatok sebesar Rp 150 juta.

Beberapa dampak positif yang tercatat:

  • Peningkatan omzet rata-rata pelaku UMKM sebesar 350% dibandingkan penjualan normal
  • 15 UMKM baru mendapatkan pesanan dalam jumlah besar untuk pertama kalinya
  • Terjalinnya kerja sama antar UMKM untuk kolaborasi produk
  • Banyak pengunjung yang menambahkan UMKM Keranggan sebagai favorit di media sosial mereka

Tanggapan Pelaku UMKM

Ibu Eti, pemilik usaha kue lapis legit di RW 04, mengaku sangat terbantu dengan adanya festival ini. “Selama ini saya hanya jualan di depan rumah. Sekarang produk saya sudah dikenal sampai ke Pamulang dan BSD. Banyak yang pesan untuk hajatan,” tuturnya.

Begitu juga dengan Pak Joko, pemilik usaha sambal instan yang produknya kini sudah masuk ke beberapa warung modern di sekitar kelurahan.

Rencana Ke Depannya

Kelurahan Keranggan berencana menjadikan festival kuliner ini sebagai agenda tahunan. Untuk tahun depan, panitia berencana menambah:

  • Zona lomba memasak antar RW
  • Paviliun UMKM dari kelurahan tetangga
  • Pengunjung bisa melakukan pre-order produk UMKM melalui aplikasi digital
  • Panggung hiburan dengan penampilan seni budaya lokal

Festival ditutup pada hari Minggu sore dengan pengumuman pemenang lomba stand terbaik dan pembagian hadiah kepada pengunjung beruntung.